Banner Utama
Advertisement

Dari Liga Jakarta I17 ke EPA Isen Mulang U18 Tanpa Biaya, Irvan Abdul Kharim Rajut Asa Menuju Panggung Pro dan Timnas Indonesia

  • September 30, 2026
  • Aba Mardjani

JAKARTA – Kerja keras dan kedisiplinan berbuah manis bagi pesepak bola muda Irvan Abdul Kharim. Pemuda kelahiran 14 Oktober 2009 ini resmi menjadi bagian dari skuad Elite Pro Academy (EPA) Isen Mulang U18 setelah sukses melewati proses seleksi ketat selama kurang lebih dua pekan.

Pemain yang berposisi sebagai winger (sayap kanan maupun kiri) ini mengungkapkan rasa syukurnya lantaran bisa menembus tim EPA Isen Mulang murni berdasarkan kualitas serta kerja kerasnya di lapangan.

"Bersyukur bisa masuk tim EPA Isen Mulang tanpa bayar apa pun," ujar siswa kelas 12 SMK Swadaya Global School ini.

Perjuangan Irvan menembus skuad Isen Mulang U18 membutuhkan pengorbanan ekstra. Selama dua pekan seleksi di Harin Sport Arena, Tangerang Selatan, ia harus membagi fokus antara pendidikan dan cita-citanya. Setiap hari ia harus mengurus surat dispensasi dari sekolah serta menempuh perjalanan bolak-balik dari rumah ke lokasi seleksi, hingga akhirnya berhasil memikat hati jajaran pelatih.

Gemblengan Pembinaan dan Dorongan Pelatih

Langkah Irvan melesat ke jenjang EPA tak lepas dari tempaan pembinaan yang ia jalani sejak dini. Pertama kali mengenal sepak bola saat kelas 5 SD karena terinspirasi oleh kakak sepupunya, Ridho Fisabilillah, Irvan sempat menjalani gemblengan di akademi ISA Marzuki Badriawan di bawah asuhan Aris Indarto.

Pada Agustus 2024, Irvan bergabung dengan Pemuda Jaya yang ditukangi Coach Bagus Tristyanovan. Meski baru berusia 16 tahun, ia sudah dipercaya tampil di kompetisi ketat Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 alias ‘naik kelas’ lebih awal.

Kiprah konsistennya di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025 hingga edisi 2026 inilah yang menjadi pijakan utamanya menembus radar tim EPA. “Ya, Liga Jakarta U17 2025 dan 2026 juga memberi andil, membuat kemampuan saya makin terasah, mental saya lebih kuat,” ungkapnya.

Keputusannya mengikuti seleksi di Isen Mulang juga lahir atas dorongan Coach Bagus Tristyanovan. Sang pelatih menegaskan bahwa ia tak memberi jaminan atau "karpet merah", melainkan menuntut Irvan berjuang dengan kemampuannya sendiri.

Kini, setelah resmi bergabung dengan Isen Mulang U18, Irvan harus pintar membagi waktu antara jadwal latihan rutin di Tangerang dan penampilannya bersama Pemuda Jaya di Liga Jakarta U17 2026. Beruntung, Coach Bagus sendiri memberikan dukungan penuh. Bagi sang pelatih, tujuan utama pembinaan adalah mengantarkan para pemain muda melangkah ke jenjang profesional.

Figur Keluarga dan Ambisi Menuju Timnas

Pemain bertinggi badan 168 cm ini dibesarkan oleh sang ibu, Nia Kurniasih, beserta tante dan pamannya, Endang Purwani dan Dulhadi. Ketiga figur penting inilah yang menjadi fondasi emosional serta penyemangat utama dalam karier sepak bolanya. Kelolosan Irvan ke skuad EPA Isen Mulang U18 pun disambut haru dan penuh kebanggaan oleh keluarga.

Mengidolai bintang AS Roma, Paulo Dybala, serta penyerang naturalisasi Timnas Indonesia yang membela Fortuna Sittard, Ole Romeny, Irvan menyimpan impian besar untuk masa depannya.

"Cita-cita saya ingin menjadi pemain profesional, memperkuat Timnas Indonesia, dan bermain untuk Persija Jakarta," tegas pemain yang mengandalkan kelincahan di posisi sayap tersebut.***