JAKARTA — Kejutan besar mewarnai lanjutan Pekan ke-8 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 yang berlangsung di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field (PSF), Minggu (27/9). Tim juru kunci Farama FC secara luar biasa menumbangkan pemuncak klasemen Grup Merah, Bina Mutiara, dengan skor dramatis 3-2.
Hasil ini sekaligus memutus rekor impresif Bina Mutiara yang tak tersentuh kekalahan dalam 7 laga sebelumnya. Meski begitu, Bina Mutiara masih kokoh di puncak klasemen Grup Merah dengan koleksi 21 poin.
Sementara bagi Farama FC, tambahan tiga angka ini membuat posisi mereka melesat dari dasar klasemen ke peringkat ke-6 dengan modal 7 poin—setelah sebelumnya sempat mendapat sanksi pengurangan 3 poin akibat kalah Walk Out (WO).
Pertandingan berjalan sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Farama FC mengejutkan lawan dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-16 melalui aksi pemain belakang Ramadan Hasan. Bina Mutiara tak tinggal diam dan langsung merespons pada menit ke-22 lewat gol sang kapten, Arfrel Rezki Saputra.
Laga makin panas ketika Farama FC kembali unggul 2-1 pada menit ke-37 lewat Revan Matthew Dalenoh, memanfaatkan kemelut di depan mulut gawang Bina Mutiara seusai situasi tendangan sudut. Memasuki babak kedua, pemain pengganti Farama FC, Muhammad Hikmal, menambah keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-57.
Bina Mutiara sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 pada menit ke-62 lewat tembakan bebas kaki kiri nan apik dari Junior Ale Siyanto. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, Farama FC berhasil mempertahankan keunggulan dramatis tersebut.
Teriakan ‘Toma!’ dan Misi Bangkit Farama FC
Seusai pertandingan, para pemain Farama FC menerikakkan "Toma... Toma...". Teriakan khas yang bermakna "sikat... sikat..." itu menjadi ungkapan emosional atas tuntasnya misi pembalasan dendam, mengingat pada putaran pertama Farama takluk 0-1 dari Bina Mutiara.
Pelatih Farama FC, Hilman Akbar, memuji kerja keras anak asuhnya yang terbukti ampuh mengangkat performa tim di putaran kedua.
"Kemenangan ini berkat kerja keras para pemain yang memang ingin bangkit di Putaran 2. Di putaran pertama lalu kami banyak menurunkan pemain kelahiran 2010, sedangkan sekarang hampir 80 persen pemain kelahiran 2009.”
“Mereka sebenarnya masih butuh adaptasi dan belum 100 persen padu, tapi kemenangan hari ini juga tak lepas dari keberuntungan yang berpihak pada kami," ujar Hilman.
Bina Mutiara Tak Ingin Larut dalam Duka
Di kubu lawan, Pelatih Bina Mutiara, Rizki Nurpirdaus, bergegas membesarkan hati para pemainnya seusai laga. Ia mengakui anak asuhnya banyak melakukan kesalahan serta kehilangan tiga pilar utama: Fawwaz Asyril Binakit (sakit), Haidar Patin (fokus di EPA Persikad Depok U-18), dan Muhammad Feroz Rahman (fokus Porprov Bekasi).
"Satu kali kalah dari delapan kali tanding bukan hasil yang buruk. Saya minta para pemain tidak usah sedih. Kekalahan pertama ini justru harus menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik lagi di sisa enam pertandingan ke depan," tegas Rizki.
Hasil Lengkap Pekan ke-8 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026
Sabtu (26/9/2026):
Minggu (27/9/2026):